TUGAS ILMU PRODUKSI TERNAK UNGGAS
PETERNAKAN AYAM BROILER DESA TUNAS
AUR
INDARALAYA, OGAN ILIR

OLEH:
·
Erra Kartika (05111004017)
·
Riski Wulandari (05111004024)
·
Inda Purnamawati (05111004023)
·
Andrian Ali Akbar (05111004007)
·
Rendi Indra Gunawan (05111004027)
·
Sofi Ari Suteja (05111004001)
·
M Panji Anugrah (05111004037)
DOSEN
PEM : FITRI NOVA LIYA LUBIS, S.Pt, M.Si
PROGRAM
STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
2013
Deskripsi Desa Tunas Aur, Indralaya
Desa
Tunas Aur merupakan pemekaran dari Desa Talang Aur. Desa Tunas Aur berbatasan
dengan desa Talang Aur dan Desa Sudi Mampir. Berdasarkan keterangan kepala desa
Tunas Aur Bapak Ahmad Suandi, S.Ag, Populasi penduduk di Desa Tunas Aur
mencapai 1424 orang, yang terdiri dari 369 kepala keluarga. Di desa Tunas Aur
mayoritas pekerjaan masyarakat disana bertani dan beternak. Jumlah rumah tangga
peternak di desa Tunas Aur yaitu 150 keluarga. Kebanyakan pekerjaan utama
masyarakat desa Tunas Aur adalah petani dan beternak kadang di jadikan
pekerjaan sampingan saja, namun hampir setiap rumah mempunyai ternak peliharaan
walaupun dalam skala kecil. Peternakan di desa Tunas Aur masih tergolong
tradisional. Tetapi sudah ada beberapa peternakan dengan skala besar berada di
desa ini, bahkan mereka sudah puluhan tahun menekuni usaha khususnya ternak
ayam broiler dengan skala besar.
Berdasarkan
survei yang kami lakukan, akhir-akhir ini banyak kendala yang di alami oleh
masyakat peternak desa Tunas Aur. Salah satu kendala yang paling sering dialami
yaitu mengatasi penyakit-penyakit yang dialami ayam-ayam broiler mereka
sehingga banyak ternak mereka yang mati tiba-tiba, akibatnya mereka mengalami
kerugian. Oleh karena itu bahkan ada salah seorang peternak mengaku kerugiannya
mencapai belasan juta rupiah, sehingga dia berangggapan usaha beternak sekarang
tidak menjanjikan lalu untuk sementara waktu istirahat menjalankan usaha
tersebut.
Gambar deskripsi Desa Tunas Aur


Nama : ERRA KARTIKA
NIM : 05111004017
Data pemilik ayam
broiler
Nama
peternak : Ruslan
Umur
: 60 th
Pekerjaan
: Peternak
Nama
istri : Rumnah
Umur
: 50 th
Pekerjaan : *Ibu rumah tangga
* Penenun kain songket
A. Deskripsi Peternakan Ayam Broiler
milik bapak Ruslan
Bapak Ruslan adalah salah satu
peternak desa Tunas Aur yang tertua, Beliau telah menekuni usaha beternak ayam
broiler sejak tahun 1993. Populasi ayam broiler Pak Ruslan 1000 ekor dengan
masa panen 40 hari, berat rata-rata satu ekor ayam mencapai 1,8 kg/ekor. Pak
Ruslan menggunakan tipe kandang panggung dengan jumlah kandang empat buah.
B. Biosekurity
Bapak Ruslan bercerita tentang bagaimana
menjaga kesehatan ayam broilernya, untuk menjaga kesehatan ternak ayam
broilernya saat ayam pertama kali datang akan diberikan air gula agar DOC atau
anak ayam tidak mengalami stress, lalu pada 3 hari kemudian ayam-yam tetsebut
di vaksinasi dengan menggunakan tetes mata, agar terhindar dari
penyakit-penyakit yang biasa menyerang ayam. Kemudian samapi umur 10 hari
ayam-ayamnya di beri vitamin “vitachick” agar nafsu makan ayamnya baik dan
sehat, selain itu beliau juga memberikan obat-obatan tradisional yaitu buah
mengkudu, di sini buah mengudu tersebut diparut lalu hasil parutannya di
cam[purkan pada air minum ayam broiler. Menurut bapak Ruslan buah mengkudu
tersebut berkhasiat menjaga performa tubuh ayam broilernya
C. Permasalahan.
Penyakit-penyakit
yang sering dialami oleh ayam Broiler pak Ruslan adalah bengkak pada kaki
karena kaki-kaki ayam tersebut sering terperosok pada alas kandang, selain itu
juga penyakit ngorok juga di alami oleh ayam broilet pak Ruslan. Berdasarkan
keterangan bapak Ruslan usaha beternak sekarang sudah tidak menjanjikan lagi,
sekarang harga pakan dan bibit melonjak mahal. Harga bibit perekor sekarang Rp.
6.300/ekor sedangakn untuk harga pakan sekarang Rp. 320.000/ 50kg(karung).
Setiap 100 ekor ayam dapat mengabiskan 20kg pakan jadi kebutuhan 1000 ekor ayam
bisa mencapai 200kg pakan. Saat penjualan harga ayam sekarang hanya
Rp.15.000/kg. Sehingga keuntungan yang di dapatkan tidak sebanding dengan modal
yang telah di keluarkan, bahkan bapak Ruslan pernah mengalami kerugian.
Gambar kandang pak Ruslan



2. PETERNAKAN PUYUH (Andrian Ali Akbar)
Data pemilik puyuh
Nama
peternak : Bapak Darmaji
Umur
: 43 th
Pekerjaan
: Petani (padi)
Nama
istri : ibu Ana
Umur
: 34 th
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
A. Deskripsi peternakan
Bapak Darmaji yang memiliki
pekerjaan utama sebagai petani padi ini memiliki usaha sampingan berupa
beternak burung puyuh. Puyuh milik bapak darmaji sendiri dipelihara dari kecil
atau dari umur 10 hari. Bapak darmaji membeli puyuh dengan harga bibit Rp.
5000/ekor. Populasi puyuh bapak darmaji berjumlah 600 ekor yang merupakan
ternak yang sangat menjanjikan ini sangat berperan penting dalam membantu
meningkatkan ekonomi keluargga tersebut. Menurut tutur kata pak darmaji, dalam
membangun usaha ini, membutuhkan kesabaran dan tingkat keuletan yang sangat
tinggi, karena untuk membangun suatu usaha kita harus rajin,ulet,semangat dan
pantang menyerah, sehingga dapat memberikan hsasil ysang memuaskan.namun saat
ini bapak darmaji belum meneruskan usaha sampingannya tersebut karena waktunya
tersita untuk mengurus sawah.
Pakan yang digunkan adalah pakan
yang dijual dipasaran yang berkisar antara 320 ribu rupiah.selain menggunakan
pakan instan, pak darmaji juga menggunakan pakan tambahan, seperti :
dedak+jagung.
Setelah
masa pemeliharaan 1 tahun, puyuh milik pak darmaji bertelur. Dalam 1 kali panen
bapak darmaji dapat menghasilkan 6 kg telur. Hasil panen telur dipasarkan
sendiri oleh bapak darmaji kepasar tradisional terdekat. Telur puyuh hasil panen
dijual dengan kisaran harga 25 ribu/kg.


Nama : RENDI INDRA GUNAWAN
NIM :05111004027
3. Peternakan Ayam broiler ( Rendi
indra gunawan)
Nama Pemilik Peternakan Bapak Usman
dan Ibu Khadijah, Usaha peternakan mereka di bangun pada tahun 2007 dan sampai
sekarang mereka telah beternak selama 6 tahun selain beternak usaha mereka
adalah bertani. Mereka memiliki 2 kandang yang masing-masing kandang memiliki
kapasitas 750 ekor kandang. Kandang yang mereka miliki adalah jenis kandang
panggung. Pada mulanya mereka beternak ayam potong sebanyak 1500 ekor dengan
harga bibit yang mereka beli adalah 750 ribu perkotak ayam dengan isi 100 ekor
perkotak dan pakan yang mereka berikan adalah pur dengan harga 350 ribu per
karungnya dan vaksinasi yang mereka berikan pada ternak ayam tersebut adalah
dengan melalui tetes mata. Melalui usaha ternak tersebut Mereka mendapat
keuntungan sebesar 6juta sekali panen. Namun pada tahun 2011 kemarin ayam
mereka mati pada umur 18 hari dengan gajala bengkak pada kaki dan muka ayam
tersebut. Dalam waktu 2 hari ayam mereka mati 1000 ekor dan sisa ayam mereka
500 ekor lagi yang masih hidup. Karena takut akan mengalami kerugian yang
semakin besar, maka mereka menjual 500 ekor ayam tersebut dengan harga
12ribu/kg.
Karena mereka telah mengalami kerugian yang sangat
besar dan akhirnya sekarang mereka pindah dari usaha beternak ayam potong
menjadi beternak bebek serati sebanyak 100 ekor dan ayam kampung sebanyak 60
ekor, pakan yang di berikan adalah dedak+nasi+padi.
Asalan mengapa mereka lebih memilih beternak bebek
serati adalah karena daya tahan bebek serati lebih kuat di bandingkan dengan
ayam potong sehingga lebih resisten terhadap penyakit


4. Peternakan Ayam Broiler
Nama : INDA PURNAMAWATI
NIM : 05111004023
A. Data pemilik ayam broiler
Nama
peternak : Bapak zulaini
Umur
: 45 th
Pekerjaan
: Peternak ayam broiler
Nama
istri : ibu Yusmiah
Umur
: 38 th
Pekerjaan : *Ibu rumah tangga
B.
Deskripsi Perternakan
Peternakan
milik Bapak Zulaini ini yang berada di Desa Tunas Aur adalah jenis ayam broiler,
ayam yang dimanfaatkan dagingnya untuk di konsumsi. Populasi ayam broiler milik
bapak ini berjumlah 2000 ekor dengan kandang berjumlah 2, jadi dalam satu
kandang terdapat 1000 ekor ayam dengan luas kandang 7 x 20m2. Jarak
kandang dari rumah kurang lebih 10m. Jarak ini sangat tidak sesuai dengan
peraturan yang ada, yang menyebutkan bahwa yang seharusya jarak kandang dengan
perumahan warga itu 10km. Jarak yang tidak sesuai itu dapat berdampak negatif pada
warga yang bermukim di sekitar kandang tersebut, penyebaran penyakitpun dapat
lebih cepat menyebarnya. Ternak ini dipelihara hanya sampai 5 bulan. Untuk
menjaga kesehatan ternak- ternaknya bapak zailani memberikan vaksinasi pada
saat 3 hari setelah masuk. Pada saat berusia 10 hari bapak zailani memberikan
vita chick agar nafsu ayam bertambah.
C.
Permasalahan yang dihadapi
Banyak
kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh bapak zailani dalam beternak ayam
broiler ini, mulai dari harga bibit yang semakin mahal. Biasanya bibit ayam di
dapatkan hanya sekitar Rp 400000-Rp 500000 per 100 ekor ayam. Namun kini bibit
ayam berkisar antara Rp 700000-Rp 750000 per 100 ekor ayam. Kemudian harga
pakan yang kian hari kian melonjak. Ini pula yang di keluhkan rata-rata
peternak di desa tunas aur ini, dengan harga pakannya Rp 275000. Harga
pemasaran yang turun, yang juga di keluhkan oleh bapak ini. Saat ini kandang
ternak ayam broiler milik bapak Zailani sedang kosong atau kering kandang,
karena ayamnya banyak yang mati. Ayam broiler milik bapak ini terserang
penyakit flu burung. Dari 2000 ekor ayam yang bisa terjual hanya 400 ekor.
Kerugian yang di tanggung oleh bapak zailani ini sekitar 15 juta.


Nama : RIZKI WULANDARI
NIM : 05111004024
1. PETERNAKAN AYAM BROILER ( Rizki wulandari)
Data pemilik ayam
broiler
Nama
peternak : Bapak hasan
Umur
: 52 th
Pekerjaan
: Petani (padi)
Nama
istri : ibu Azimah
Umur
: 47 th
Pekerjaan : *Ibu rumah tangga
* Penenun kain songket
A. Deskripsi peternakan
Peternakan milik bapak hasan ini
merupakan peternakan yang mengembangbiakkan ayam pedaging atau ayam broiler.
Populasi ayam milik bapak hasan ini berjumlah kurang lebih 300 ekor ayam
broiler jenis white leghorn. Peternakan ayam broiler milik bapak hasan ini
terletak di desa Tunas Aur Kecamatan
Inderalaya, Kabupaten/kota Ogan Ilir, Provinsi Sumatera selatan . Ayam broiler
milik bapak hasan dipelihara didalam 2 kandang berukuran 3 X 15 m untuk masing-masing
kandang dengan jarak 2 m antar kandang. Kandang milik bapak Hasan ini terletak
tepat di belakang rumah bapak hasan dengan jarak rumah dengan kandang ayam
kurang lebih 5 m. Jarak tersebut
sebenarnya sangat tidak sesuai dengan syarat kandang yang ideal yaitu 10km dari
perumahan penduduk , karena dapat menyebabkan penyebaran penyakit kepada
penduduk atau pemilik akan menjadi lebih cepat. Kandang ayam ini dikelilingi
rawa, jadi jika kita ingin ke kandang tersebut kita harus menyebrang dengan
menggunakan sampan terlebih dahulu. Selain itu daerah yang sebagian besar
adalah rawa mengakibatkan penyebaran penyakit melalui vector akan lebih mudah.
Model kandang adalah kandang terbuka (open house), terbuat dari bambu dan
atapnya terbuat dari daun rumbia.
B. Permasalahan yang dihadapi
peternak
Pada dasarnya masalah yang dihadapi
peternak di desa Tunas Aur Kecamatan
Inderalaya, Kabupaten/kota Ogan Ilir ini adalah penyakit yang tiba-tiba
menyerang ternak mereka sehingga mengakibatkan ayam mereka mati dalam satu
waktu secara bersamaan. Begitu pula yang dihadapi oleh bapak hasan, penyakit
yang tiba-tiba menyerang tidak diketahui oleh bapak hasan, namun gejala yang
timbul seperti pembengkakan pada kepala dan kaki ayam. Para peternak menyangka
penyakit yang menyerang ayam mereka adalah flu burung tapi kami menganalisa
dari gejala yang timbul diperkirakan ayam tersebut terserang snot.
Masalah
lain yang dihadapi oleh peternak adalah harga pakan yang mahal, untuk kisaran
harga pakan instan yang mereka beli berkisar Rp. 275.000/ karung. Sedangkan semakin bertambah umur ayam
maka semakin tinggi konsumsi akan pakan tersebut. Masalah ini seakan sejalan
dengan harga jual ayam broiler yang murah berkisar Rp. 12.000/kg untuk berat
panen 2kg.
Harga bibit juga menjadi masalah
walaupun tidak begitu menjadi masalah utama. Harga bibit untuk satu kotak DOC
yang berisi 100 ekor DOC Rp. 670.000, berarti untuk satu ekor DOC harganya Rp.
6.700, padahal peternakan broiler milik bapak hasan ini masih tergolong
peternakan yang bersifat konvensional.
C. Biosekurity
Untuk tingkat keamanan di peternakan
bapak hasan ini cukup aman dari gangguan maling
dan hewan pengganggu seperti kucing liar dll. Namun untuk bio security
terhadap bibit penyakit dan mikroba penyebab penyakit masih sangat besar
kemungkinan untuk terjangkit dari satu ayam kea yam lain. Karena peternakan ini
masih bersifat konvensional maka biosekurity dari vector, ayam lainnya, manusia
dan peralatan masih kurang dijaga oleh bapak hasan karena beliau tidak
mengetahui biosekurity sangat besar manfaatnya dalam usaha pemutusan terhadap
bibit penyakit.


6. PANJI ANUGRAH
NIM : 051110040
Peternakan itik
Data pemilik
Nama pemilik : Bapak ali hasan
Umur : 40th
Pekerjaan : Petani
Nama istri : Ibu badriyah
Umur : 32 th
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
A. Deskripsi peternakan
Keluarga bapak Ali hasan dan ibu Badriyah ini sudah
beternak itik selama 2 tahun terakhir, Populasi itik milik bapak ali hasan ini
kurang lebih 150 ekor . Itik milik bapak alihasan dipelihara dalam 2 kandang
yang terletak di belakang rumah bapak ali hasan dengan jarak sekitar 3m dari
belakang rumah. Bapak hasan sendiri beternak sebagai usaha sampingan belaka,
sedangkan pekerjaan utama bapak alihasan adalah sebagai petani padi. Itik-itik
ini dipalihara secara intensif yaitu pada pagi hari dikeluarkan atau
diliarkandi alam bebas sedangkan pada sore hari kembali dikandangkan. Pada awal
nya bapak ali hasan membeli bibit dengan harga Rp. 7000/ekor. Itik milik bapak
ali hasan sendiri sangat resisten terhadap penyakit sehingga tidak diberikan
vaksin sama sekali. Bapak ali hasan panen selama 3bulan.
7. SOFI ARI SUTEJA
NIM : 05111004001
Peternakan itik
Data pemilik
Nama pemilik : Bapak sarkowi
Umur : 63 th
Pekerjaan : Petani
Nama istri : Ibu masitah
Pekerjaan : * Ibu rumah tangga
: * Usaha warung
A. Deskripsi peternakan
Peternakan milik bapak sarkowi ini sudah berdiri sekitar
4 th lalu. Bapak sarkowi menjadikan peternakan sebagai usaha sampingan karena
pekerjaan utama bapak sarkowi adalah sebagai petani padi di desa nya.Populasi
itik milik bapak sarkowi kurang lebih 300 ekor. Pada awalnya bapak sarkowi membeli
bibit dengan harga rp. 7000/ekor. Itik-itik tersebut dipelihara dalam sebuah
kandang dibelakang rumah bapak sarkowi dengan jarak 5m dari pekarangan.
Untuk pakan yang dikonsumsi oleh itik tersebut adalah
dedak yang dicampur dengan nasi, dengan pemberian pakan pada pagi dan sore
hari. Untuk penjualan itik tersebut pak sarkowi memasarkan sendiri itik untuk
pedaging dengan kisaran harga Rp.12.000/ekor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar